Resep kue Nastar ini jadi andalan ku setiap hari Lebaran Fitri karna teksturnya yang lembut n lumer di mulut dan aroma khas mentega/butternya itu looh yang menambah nilai+ untuk nastar buatan ku ini. Hmm bukannya geer si sampai muji sendiri,, ini kata orang-orang yang nyicipin nastar buatan aku semuanya bilang enak.
Dan yang tak terduga pas sebelum Lebaran Fitri kemarin saudara ku ada yang mesen 2 toples. huaaaaaa langsung mikir sejak kapan ya aku buka usaha kue kering,,,, Dan mumpung dapat rezeki aku iyakan aja, yaaa ga ngambil untung banyak2 siii cuma mulangin modal aja dan sekalian menggratiskan untuk stok nastar di rumah 2 toples. Dan dengan berbaik hati akan aku bagikan resep ampuh nastar andalan ku ini, dijamin sukses tanpa kegagalan kalo bener2 ngikutin setiap intruksi yang akan aku uraikan dibawah ini, jadi sebelum membuatnya baca baik2 dulu yaaaaa.....
Bahan:
- 600 gram Tepung Terigu Protein Rendah
- 2 sdm Maizena
- 50 gram Susu Bubuk Full Cream
- 200 gram Mentega/Butter
- 200 gram Margarin
- 5 Butir Kuning Telur
- 100 gram Gula Pasir yang di blender halus
- 2 Kuning Telur
- 1 sdm madu
- 2 tetes Pewarna Makanan warna kuning/oren
- Keju Cheddar Parut
- 2 Buah Nanas ukuran besar di parut yaa (jangan di blender)
- 250 gram Gula Pasir
- 3 Batang Cengkeh
- 1 Batang Kayu Manis ukuran sedang
- 1 sdt Garam
Cara Pengerjaannya:
- Aduk semua bahan kering Terigu, Maizena, Susu Bubuk sampai tercampur rata.
- Di baskom terpisah aduk Mentega dan Margarin sampai tercampur rata dengan menggunakan SENDOK KAYU -+ selama 5 menit.
- Setelah itu campur gula halus asal nyampur aja selama 2 menit.
- Dan campurkan dengan bahan tepung tadi, aduk sampai rata -+ 5 menit.
- Sebelum di cetak simpan dulu di dalam kulkas -+ selama 1 jam agar minyak mentega yang mencair kembali baku. Jangan lupa di tutup sama plastik wrap yang tipis transparan itu. kalo ga ada tutup aja dengan pentutup yang bisa di jamin aman anti air. jaga2 aja biar ga terkena air kulkas.
- Setelah menunggu selama 1 jam adoan pun telah siap untuk di cetak,untuk ukuran kalau aku cetaknya dikira2 aja ukurannya untuk kesama rataannya (insting yang bekerja). Dan untuk isian selainya jangan gede2 (lagi-lagi insting yang bekerja).
- Masak nanas yang telah diparut dengan api sedang yang terus di aduk supaya bawahnya tidak gosong sampai airnya habis. Jangan lupa masukkan cengkeh dan kayu manis.
- Setelah air nanasnya habis tapi tidak terlalu kering masukkan gula dan garam, aduk terus sampai selai terlihat agak kering, kalo aku cara ngetesnya ambil sedikit selai menggunakan sendok dan jangan lupa ditiup dulu kan panas banget tuu, setelah agak dingin aku pegang pake 2 jari kalo saat di pegang selainya kering tapi masi tetep lunak (ga keras) dan ga lengket di tangan dan tekstur selai itu lah yang diharapkan, tekstur yang kering dan di jamin ga akan meleleh saat di bakar.
- Kalau bisa usahakan membuat selainya 1 atau 2 minggu sebelum digunakan untuk mengurangi lagi kadar air di selainya,, simpan aja di kulkas dalam kotak tertutup kedap udara dijamin bakal awet, jangankan nunggu 2 minggu, 3 bulan pun masi aman.
- kenapa aku menggaris bawahi SENDOK KAYU karena dilarang keras menggunakan telapak tangan langsung, karena telapak tangan kita kan panas jadi bisa mengakibatkan mentega yang sifatnya mudah mencair akan cepat mengeluarkan minyak yang bisa mengakibatkan saat di panggang nastarnya jadi mengembang. karena nastar bukan kue yang harus mengembang lebay.
- Jangan mengaduk mentaga dan margarin terlalu lama. agar minyak mentega tidak mencair.
- Jangan terlalu sering menyentuh adonan menggunakan tangan, saat mencetak ambillah sedikit adonan saja dan simpan kembali sisa adonan kedalam kulkas. Terlalu sering menyentuh adonan saat proses mencetak akan membuat nastar menjadi keras.
- Untuk ukuran sama rata aku kira2 aja cubit/ambil adonannya.
- Untuk menghindari keretakan saat dipanggang, isian selai jangan terlalu banyak yaa sekedarnya saja. dan kulit nastarnya juga jangan terlalu tebal imbangi juga dengan isian selainya.
- Dan pada saat adonan nastar yang sudah di cetak yang lagi menunggu antrian pengovenan, sebaiknya simpan dulu di dalam kulkas agar menteganya tidak mencair di dalam suhu ruang, kecuali dalam ruang dingin yang berAC.
- Dan kalau ingin cita rasa nastarnya lebih enak gunakan mentega/butter yang kualitas bagus, kalau aku memakai butter yang kemasan kaleng warna gold atau yang kemasan biru (keduanya ada logo HALAL) kalo untuk harga yang kaleng gold memang sedikit lebih mahal, tapi kalau untuk jaminan rasa dijamin ga akan nyesel deeh. kalau untuk kemasan biru harga sedikit lebih murah dibanding yang gold, tapi rasa masih dijamin enak kok.
- Mengoles kuning telurnya sebaiknya setelah adonan nastar yang sudah di cetak di panggang terlebih dahulu kira-kira selama 15 menit.
- Keluarkan dari oven baru di oles dengan olesan kuning telurnya, usahakan hanya mengoles setengah dari bagian atas nastarnya saja dan kalau mau menambahkan parutan keju juga boleh. Dan panggang kembali -+ selama 10 menit








